Saturday, February 23, 2013

Berbatik Kupu-kupu


 Sekitar 2.500 jenis kupu-kupu tinggal di Indonesia. Sebagai negara pemilik kupu-kupu terbanyak setelah Brazil, tidak aneh kalau karya seni kita banyak mengabadikan keindahan makhluk bersayap yang tergolong dalam ordo Lepidoptera. Tertarik berbatik kupu-kupu? Ini dia pilihannya!

Monday, January 21, 2013

Zikin Design: Koleksi Elegan untuk Wanita Dewasa





Rozikin, anak ke-6 dari 9 bersaudara menempuh jalur karir yang menempa kecintaannya pada dunia fashion. Pabrik tekstil, garmen, perusahaan batik, sampai akhirnya memiliki brand sendiri. Hasil karyanya tertuang pada Zikin Design yang eksklusif, elegan, dan menawan,  khusus wanita dewasa.

Monday, January 14, 2013

Hemisphere: Half of the earth, full of passion





Kalau orang lain harus memilih antara bekerja atau membuka usaha, maka Yuanita Sendjaja memilih keduanya. Meskipun saat ini masih bekerja di Hotel Exchange LLC sebagai Senior Account Service Manager, Yuanita Sendjaja menunjukkan kecintaannya pada kain tradisional melalui brand Hemisphere yang bermakna belahan bumi. Apakah koleksi Hemisphere bisa menaklukkan half of the earth? Cek di sini.

Wednesday, December 26, 2012

Temurun – Simpilicty dalam Warisan Turun-temurun


Lucas awalnya hanya menghadiri berbagai pameran kerajinan Indonesia. Lama-kelamaan ini menumbuhkan minat wirausahanya dengan menghadirkan brand Temurun. Pengagum Steve Jobs ini sangat menyukai desain simpel. Itu juga yang ingin dia angkat lewat brand Temurun. Seperti apa desain baju batik nan simpel? Cek di Temurun. 

Friday, December 7, 2012

Canting Ayu - Koleksi Batik Ayu Pasangan Suami Istri



Beautiful, Chic, Modern.
Mengusung tagline seperti itu tidak aneh kalau dalam setiap desainnya, Canting Ayu memang benar-benar seayu (secantik -red) namanya. Usaha yang dijalankan suami istri ini berasal dari passion for fashion sejak masa SMA.
Tertarik membeli koleksinya? Kunjungi Canting Ayu di Berbatik.



Koleksi ini langsung ludes
kurang dari seminggu setelah upload!

B: Sejak kapan kenal fashion? kapan mulai tertarik dengan batik?
CA: Sebenarnya saya punya passion terhadap fashion, suka mencoret-coret model baju sejak SMA, tapi tidak terarahkan.  Mulai tertarik batik sejak pindah ke Solo dan makin tertarik saat mulai mencoba menjadikan batik sebagai bisnis.

B: Apa yang membuat memilih batik untuk diangkat?
CA: Saya memulai bisnis batik dari sekedar jualan baju batik secara online. Menyadari bahwa batik kala itu kurang disukai orang, saya berusaha mencari busana batik yang bisa diterima lebih banyak orang, saya mencari kain atau busana batik yang ‘unik’, misalnya batik dengan warna-warna yang cerah.  Puji Tuhan banyak hal yang mendukung. Salah satunya, 3 bulan setelah berjualan batik secara online, pemerintah menetapkan batik sebagai busana wajib bagi seluruh perusahaan di setiap hari Jumat. Hal ini sangat membantu bisnis berjualan batik secara online.

B: Kenapa menggunakan brand “Canting Ayu?”
Warna ceria untuk wanita bekerja
CA: Mengambil nama “canting ayu” untuk memperkuat kekhasan dari batik itu sendiri.

B: Adakah orang yang menginspirasi/ memotivasi dalam bekerja?
CA: Tentunya keluarga.

B: Bagaimana kesan Anda terhadap pelanggan?
CA: Senang sekali dapat berceloteh dengan pelanggan.  Saya sadari kalau perempuan akan lebih cerewet dan ingin setiap pertanyaan dijawab sebaik mungkin. Terkadang jadi  berperan seperti fashion consultant. Beberapa kali bahkan ada yg akhirnya saya sarankan untuk tidak membeli baju yang awalnya diminati, karna memang tidak akan cocok. :D Yang penting pelanggan puas.  Beberapa juga akhirnya suka kopi darat (bertemu muka) kalau saya sempat berkunjung ke kota mereka atau kebetulan saya pulang kampung ke Jakarta.  Rumah tentu saja terbuka bagi mereka untuk datang.

B: Siapa designer favourite dan apa yang membuat menjadi favorit?
A: Stephanus Hamy dan Edward Hutabarat. Simple, sederhana tapi unik.

Menggabungkan batik dan lurik
BA: Ada pengalaman unik dan menyentuh dengan batik?
CA: Ketika pertama kali saya ingin bisnis online baju batik, saya jalan menyusuri gang-gang Kampung Batik Laweyan.  Tiap workshop, rumah batik saya masuki dan berbincang dengan mereka para pembatik.  Disitulah saya baru mengenal dan mengerti betapa batik itu unik dari sekedar produk fashion. Mulai dari penciptaan motif, makna dari motif, proses aplikasi motif ke batik hingga menjadi 1 lembar kain batik yang siap diolah, semuanya unik. Pengalaman pertama saya yang unik bagi saya.

B: Batik is art or batik is fashion?
CA: Both.

B: Apa harapan ke depan?
CA: Cita-cita saya ingin terus berkembang dengan keinginan selalu memperbaiki diri dan tidak berhenti untuk belajar dan belajar.



Tuesday, December 4, 2012

Hangatkan Indonesia dengan Selimut untuk Ibu Pertiwi


Masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Keterbatasan dana membuat mereka terpaksa tinggal di tempat yang tidak layak dan berisiko bagi kesehatan.

Mari singsingkan lengan, bahu-membahu mengosong semangat gotong royong, melakukan aksi nyata membantu mereka mendapatkan rumah layah huni. Siap membantu suksesnya Selimut untuk Ibu Pertiwi?